Sondong landeyan

Posted by / 19-Aug-2018 05:17

Begitu masuk Tiraikasih Website ke pendapa segera ia menegor sang bupati dengan nada gembira : – Hai ! Kebetu Ian, malah.- dan setelah berseru demikian ia menghampiri Tirtanata dengan langkah lebar. Majawarna masih termasuk wilayahku.- sahut Adipati Surengrana. Tadi, ia berniat hendak mengadu ketajaman pedangnya. Tetamu-tetamu lainnya yang sebentar tadi sempat menjadi tegang menyaksikan betapa garang sang bupati terhadap Sondong Landeyan, kini duduk berkelompok-kelompok semacam mengepung kenduri di atas tikar bersarnbung yang tergelar di lantai. orang itu mengenakan pakaian seorang pembesar negeri. Karena diejek, hati Tirtanata menjadi panas dan penasaran.

Tetapi hari ini, rumah penginapan kami benarbenar sudah penuh sesak. Namun menghadapi kenyataan demikian, tak dapat ia mengumbar rasa mendongkolnya. Terima kasih, mak.- Laki-laki yang duduk disamping perempuan usia pertengahan itu segera berpindah tempat. – Kartamita dan Lembu Tenar menegas dengan berbareng. Tetapi Surengrana tidak boleh dibiarkan lepas bebas menikmati kemenangannya.Tetapi dia kalah pintar melawan Pengeran Puger.- – Pangeran Puger yang mana? Kecuali dirinya selamat, Sondong Landeyan akan mati diamuk racun yang jadi makin menghebat. Maaf, ini adalah pendapat pribadiku.- Gemak Ideran mengangguk Dan Kartarnita melanjutkan : – Aku sendiri yakin, bahwa Pangeran Diponegoro bukan Pangeran Diponegoro pahlawan nasional. Sebab pasti akan sating bertengkar tanpa ujung pangkal.- – Eh, aku ini sudah tua bangka. – Hm, sekarang mereka berlima bakal saling membunuh. Karena itu tiada semangatnya untuk mengulurkan tangannya. Orangnya kasar, puterinya memandang dirinya sebagai orang dusun yang tak ada harganya untuk diajaknya berbicara. Keesokan harinya, ia bangun waktu matahari sudah sepenggalah tingginya. Terus saja lari menubras-nubras menyeberang semak belukar yang tumbuh subur di seberangmenyeberang jalan. Dialah Mulatsih, Puteri Tirtanata yang cantik jelita. Setelah menyeberang dua gundukan tanah, dari jauh ia melihat Tirtanata yang tergolek di atas tanah. Pedang Sangga Buwana dan Keris Tunggulmanik tergeletak di sampingnya. Mulatsih kemudian menelungkupi mayat ayahnya sambil meratap memilukan hati. Sondong Landeyan seorang pendekar yang pandai berpikir. Kalau dia perlu kawan, tentunya karena merasa tidak mampu merarnpas pusaka majikannya dengan terang-terangan. Tetapi setelah pusaka yang diincarnya berhasil terampas, ia jadi kerepotan sendiri lantaran mau tak mau harus bisa dibagi rata. Maka sambil mengibaskan tangannya, ia membentak : – Pergi – Di antara mereka berlima, Suratama yang berwatak berangasan.Sang pemuda dan sang pemudi ikut pula melahap penganan mengeringkan gelas minumannya. tempat seperti kandang babipun akan kau sebut sebagai sorga. .- – Yang kau maksudkan Ponorogo, Bulukerto, Nganjuk- – Ya.- Mendengar Kartamita menyebut Madiun, Maospati lalu membenarkan Lembu Tenar menyebut Ponorogo, Bulukerto dan Nganjuk, puteri yang berumur 24 tahun itu mengerlingkan matanya kepada kedua kawannya. Bisa juga terdapat dua orang pangeran Puger.- Orang-orang yang berada dalam ruang itu, tertawa sambung menyambung. – Pada jaman mudanya, Pangeran Puger mempunyai dua sahabat yang berikrar sehidup semati. Tetapi kedua-duanya ditumpas.- – Bukankah kompeni Belanda yang menumpasnya? Tetapi putera Adipati Jangrana justru menuntut keadilan kepada Pangeran Puger. Mengapa Pangeran Puger yang sudah menduduki tahta kerajaan, malahan melupakan? Maka sekarang raja mempunyai alasan kuat untuk bertindak Dan pemberontakan itu dapat ditumpas dalam waktu dua tahun saja. Kalau cuma setengah-setengah, artinya cerita burung. Memikir demikian, sambil menahan nafas ia melompat memburu. – Teriak Pabean mengobarkan semangat tempur temannya. Sondong Landeyan sadar akan bahaya yang mengancam jiwanya.Tiraikasih Website Ruang tengah yang sebentar tadi meruaut hening oleh kedatangan mereka bertiga, mulai hidup kembali. Dalam pada itu Lembu Tenar minta keterangan lagi kepada Kartamita: – Bagaimana keadaan wilayah itu? Dan kembali lagi puteri berumur 24 tahun itu mengerlingkan matanya kepada kedua kawannya. Walaupun demikian, akibatnya masih terasa sampai kini Banyak rumah penduduk yang rusak. Banyak sawah dan ladang yang ditinggalkan pemiliknya. Dengan menjejakkan kakinya, ia melayang di udara dan jatuh tepat menindih Surengrana yang tengah bergulingan. Terlambat sedikit, dia bakal diserang dari dalam dan dari luar. Tiraikasih Website Dengan menahan nafas, ia melesat menerjang. Orang ini merasa seperti diterjang sesosok bayangan.

sondong landeyan-79sondong landeyan-60sondong landeyan-15